SUKU ASMAT BERIKAN HADIAH KE GANJAR PRANOWO
Sabtu malam
(10/12), panggung ketoprak “Sumpah Amukti Palapa” di Auditorium RRI Surakarta
heboh saat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo tiba-tiba masuk dan ikut bermain.
Suara tepuk tangan penonton bergemuruh saat orang nomor satu se-Jawa Tengah itu
naik ke panggung.
Selama
kurang lebih 35 menit, Ganjar berduet dengan dua seniman kawakan, Susilo
Nugroho dan Dayat. Ganjar mengaku memainkan peran cerita itu secara spontan,
tanpa ada latihan sebelumnya.
“Ikut main
ketoprak tapi tidak latihan. Tapi banyak teman-teman Kagama Solo dan tentu
beberapa pemain profesional. Kawan-kawan dan alumni lain juga ikut main,” kata
Ganjar, dikutip dari Jatengprov.go.id pada Minggu (11/12). Berikut selengkapnya:
Sampaikan
Pesan Gajah Mada
Dalam
ketoprak itu, Ganjar beserta para pemain lain membawakan lakon “Sumpah Amukti
Palapa”. Ia mengatakan bahwa lakon itu sekaligus membawakan pesan semangat
Patih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara.
“Jadi ada
pesan yang diberikan kepada penonton, bagaimana negeri ini pernah dibangun.
Sejarahnya apa dan bagaimana cara mempertahankannya,” kata Ganjar.
Kesan
Berharga
Bagi Ganjar,
ketoprak kali ini memberikan kesan berharga bagi Ganjar. Hal ini dikarenakan ia
bermain ketoprak bersama pemain hebat.
“Hanya
mencoba chit chat untuk bicara bagaimana nasib bangsa ke depan dan apa yang
harus dilakukan. Jangan sampai kehilangan akar budaya kita. Ada suatu
penghormatan ke sesama, temasuk penghormatan anak ke orang tua, dan teknologi
jangan sampai mencerabut jati diri. Pesannya sangat bagus,” ujar Ganjar.
Hadiah
dari Suku Asmat
Usai pentas,
Ganjar mendapat hadiah sebuah dayung beserta aksesorisnya dari Suku Asmat
Papua. Ketua Asosiasi Pengukir Suku Asmat, Patkalis Pakat, mengatakan bahwa
pihaknya sudah dua bulan berusaha menemui Ganjar.
“Kami sudah
dua bulan berusaha menemui Pak Ganjar. Luar biasa, tadi itu Tuhan menyertai
kami untuk bertemu Pak Ganjar,” kata Patkalis, dikutip dari Jatengprov.go.id.
Dekat
dengan Warga Papua
Dalam
pertemuan itu, Patkalis memberikan Ganjar hadiah dayung dengan panjang hingga
2,5 meter. Di dayung itu terdapat bulu angsa. Selain dayung, juga disematkan
mahkota dan juga tas.
“Dayung yang
kita berikan sebagai simbol kalau kita sama-sama mendayung,” kata Patkalis.
Baginya,
Ganjar adalah pemimpin yang punya kedekatan dengan warga Papua terutama Suku
Asmat. Ia pun menobatkan Ganjar sebagai anak adat Suku Asmat.
0 Komentar